Tidak Jauh Dari Tempat Jasad Alm. Nona Ina Ditemukan, Satu Keluarga Ini Mengalami Perampokan

SLDNews.com – Satu keluarga di Kecamatan Wewewa Selatan (Wesel) mengalami perampokan.

Peristiwa itu terjadi tidak jauh dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Alm. Nona Ina (ANI), seorang gadis yang diduga meninggal karena dibunuh secara keji, di Desa Tena Teke, Wesel, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di temukan.

Menurut pengakuan korban, Paulus Malo Ngongo (Suami) Katrina (Istri), perampokan itu terjadi pada, Selasa (22/11/2022), Pukul 02.00 WITA dini hari.

Katrina menyampaikan, perkiraannya ada sekitar belasan jumlah perampok yang mendatangi rumahnya. Mereka menyalakan sejumlah senter yang terang sambil melemparkan batu secara beruntun.

Adapun kerugian yang dialami keluarga ini berupa hewan 2 ekor kerbau.

Saya lihat ada senter yang sorot kami punya rumah sambil mereka lempar kami punya rumah dengan batu. Terus, mereka bawa lari anak kerbau dengan dia punya induk,” kata Katrina, saat ditemui media ini, Kamis (24/11/2022).

Tidak hanya itu, anak laki-laki Katrina, Fernades juga menjadi korban utama dalam perampokan itu, dan saat itu langsung di bawa ke Puskesmas Tena Teke.

Pas mereka lempar kami, saya punya anak yang nama Fernandes kena lemparan batu,” ujar Katrina.

Kepala Keluarga, Paulus Malo Ngongo, menyampaikan bahwa ketika peristiwa itu terjadi tetangga juga tidak bisa melakukan apa dikarenakan pintu rumah tetangga mereka sudah dikepung oleh para perampok.

Di rumahnya tetangga mereka sudah berdiri memang depan pintu dengan parang, jadi saya teriak bilang jangan keluar,” kata Paulus.

Karena kejadian tersebut, keluarga langsung menghubungi Ketua RT setempat. Dengan bantuan Ketua RT, Katrina bersama keluarganya melaporkan kejadian itu ke Kepolisan Sektor (Polsek) Wesel, Tena Teke, Rabu (22/11/2022), Pukul 03.00 WITA dini hari.

Dan pada Kamis (24/11/2022) sekitar pukul 16.00 WITA baru pihak korban didatangi oleh Kapolsek Tena Teke untuk dimintai keterangan, di Puskesmas Tena Teke.

Dikesempatan yang sama, Ketua RT, saat ditemui media ini mengungkapkan bahwa, wilayahnya sedang mengalami darurat keamanan. Semenjak dari bulan Agustus mereka merasakan bahwa lingkungan mereka tidak lagi kondusif. Warga senantiasa merasa resah dan penuh kewaspadaan.

Saya kan sudah pernah bilang kalau situasi di kampung kami lagi tidak aman. Sejak penemuan jasad Alm. Nona Inna yang penyebab kematiannya belum jelas membuat kami dan warga disini merasa was-was dan tidak tenang,” tutur Ketua RT.

Ketua RT juga menambahkan, saat kejadian itu ia pun ikut mengejar para perampok tersebut bersama keluarga dengan mengikuti jejak kerbau.

Jejak kerbau berakhir sampai di jalan menuju ke Desa Raba Ege,” jelas Ketua RT

Ia berharap, Kec. Wesel, khusus wilayahnya, bisa mendapatkan perhatian khusus dari pihak Kepolisian setempat.

Peristiwa naas ini juga dibenarkan oleh Kapolsek Wesel, IPDA Ketut Budiarsaja. Ia menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan pengambilan keterangan secara bertahap kepada para saksi yang diketahui memiliki informasi terkait peristiwa itu.

Benar pada hari selasa 22 november 2022 dini hari, kami Polsek Wewewa Selatan menerima laporan dari pelapor atas nama, Paulus Malo Ngongo, yang melaporkan telah mengalami tindak pidana pencurian kerbau sebanyak 2 ekor,” kata Kapolsek Budiarsaja.

Ketut menjelaskan bahwa saat itu, pihaknya langsung mendatangi TKP untuk mengecek keadaan dan situasi.

Saat itu piket yang menerima laporan langsung ke TKP untuk cek situasi dan keadaan di sana. Setelah itu kami mengambil langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut, karena pelakunya belum dapat, belum ada,” jelas Ketut.

(SNC/Josua Pasa/JS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *