Sahabat Sejati

SLDNews.com – Teringat di malam itu, aku bersama dia sahabatku duduk bersama berdiskusi tentang cara mengubah daerah ini (Sumba Barat Daya) menjadi daerah yang maju ke depannya. Malam itu menjadi malam yang panjang dengan berbagai macam bentuk gagasan dan pikiran kami tuangkan dalam cerita.

Setelah malam itu berlalu, Aku pun mulai bertanya kepada diri ku sendiri, Apakah dia adalah seorang sahabat yang di titipkan Tuhan untuk ku nanti Ketika semua orang menjauhi ku? semuanya ku bawa dalam doa.

Waktu pun berlalu kami selalu bersama-sama bergandengan tangan mengunjungi setiap kampung, papdusun hingga desa-desa terpencil yang berada di wilayah ini untuk mendapatkan informasi akan keluhan dan fakta ketertinggalan, sesekali memberikan motivasi dan kiat-kiat pembangunan kecil kami lakukan demi masyarakat di kampung, dusun dan desa-desa terpencil.

Dengan penuh suka cita dan antusias masyarakat menerima kami. Aku merasa sangat bahagia dikala itu, begitu pun sahabat ku dan masyarakat semua di kampung dan dusun itu.

Waktu terus berlalu kami terus berjuang bersama demi daerah ini. Tidak terasa hampir 1001 titik perjumpaan, semakin lengkap informasi dan permasalahan. Semakin banyak mendengar baik yang hanya janji atau kenyataan, semakin memahami antara keinginan dan kebutuhan, semakin mengerti arti kejujuran dan penipuan, semakin paham arti dukungan tulus dan penuh rekayasa dan mendengar rintihan hati beralih kelain hati atau tetap bertahan, puncaknya uji petik kesetiaan politik dan nurani perubahan saat Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, SH.,M.Th (VBL) akan berkunjung di Rumah Dr. Soleman Lende Dappa, S.Hut.,M.Th.,M.Pd.K (SLD), pada Minggu (23/10/2022).

SLD dan Masa Depan SBD

Hampir dipastikan kehadiran secara kuantitatif sulit terwujud menembus 2.000 orang walaupun tempat duduk yang disiapkan 7.000-8.000 ,di sebabkan kegiatan itu dilaksanakan di hari minggu, sopir ke gereja, jemaat ke gereja, rohaniawan melayani, ada pihak lain yang pesta kedua bukan untuk menghadang massa ke acara dimaksud tapi kebetulan bertepatan saja, belum lagi issue bahwa pak Gubernur sudah pulang dengan jet pribadi serta berbagai bias informasi sehingga meyakinkan orang jangan datang di acara tersebut.

Namun semua itu berbanding terbalik. Kenyataannya acara itu dihadiri kurang lebih 10.000 orang. Membludaknya loyalis SLD yang menginginkan dan menaruh harap untuk perubahan, mimpi jadi kenyataan terpampang disenyuman penuh bahagia mereka.

Loyalis SLD yang hadir dalam acara dimaksud adalah murni tanpa rekayasa karena mereka menilai SLD tanpa jabatan, tanpa kekayaan, tanpa kekerasan, tanpa bicara banyak, tanpa musrenbang berkali-kali bisa menghadirkan surga kecerdasan, intelektual dan surga lapangan kerja.

Gaji tidak seberapa tapi telah membuktikan konstribusi nyata bukan janji, mempelopori kemajuan kampung, dusun dan desa, dari yang gelap menjadi terang, dari yang semak  belukar menjadi tempat sekolah dan lokasi pemukiman baru.

Bahkan Bapak Gubernur Provinsi NTT sangat menikmati acara tersebut, sejak awal hingga akhirnya pak Gubernur NTT berada di SLD hampir 4 Jam VBL sangat enjoy.

Dan yang luar biasanya lagi, pandangan dan pemahaman masyarakat kepada Gubernur VBL jauh melebihi kampanye akbar yang penuh rekayasa masa, sehingga yang datang belum tentu milih.

Tetapi, loyalis SLD yang hadir saat itu hampir pasti memilih VBL di 2024. Acara ini dikemas begitu cantik dari sang kreator bertangan dingin (SLD) dan sahabat karibnya Matheus Malo Kiku.

VBL dan SLD baru bertemu 1 kali di Kupang 18 September 2022 hasilnya sudah seperti berteman 20 Tahun yang lalu, hal ini dibuktikan dengan manari bersama yang tidak lasim di tempat lain, belum lagi SLD MENGUKUHKAN VBL yaitu Gubernur NTT sebagai Saudara Sulungnya sehingga terkesan sangat terikat secara emosional kekeluargaan dari pada yang hanya terikat secara organisasi.

Rasa cinta masyarakat yang hadir mewakili SBD dari 110 Suku Adat, Perwakilan Mahasiswa, Kepala Sekolah, Para Guru, Komite, Perwakilan OSIS, Orang Tua, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, TNI-POLRI, ASN, Swasta, Kelompok Tani, Nelayan, Rohaniawan, Tokoh Pemerintahan baik Provinsi, Daerah, Kecamatan dan Desa, Media Online, Youtuber dan semua unsur penting lainnya.

Antusias warga yang dari jauh sudah datang Pukul 05.00 WITA pagi dan tepat Pukul 07.30 WITA sudah tiba di lokasi. Pukul 08.30 WITA sudah full kehadiran dan mulai ibadah bersama yang dipimpin oleh Rm. Richard Matius Bili, datang jauh-jauh dari tangerang untuk berbagi iman di SBD.

Apa arti sahabat bagi SLD ?

Menurut SLD, Sahabat itu bentuk dari kesetiaan dalam suka dan duka, sahabat itu bukan intensitas pertemuan tapi kualitas pertemuan, sahabat itu tidak mengkianati karena kepentingan berbeda, sahabat itu hadir di saat keadaan terpuruk bukan kelimpahan saja.

Sahabat itu telah berkorban apalagi untuk kemaslahatan, sahabat itu menjauhi tembok perbedaan tapi melebur dalam kebersamaan, Sahabat itu miskin bicara kaya Berkarya.

Betapa tidak, pak Gubernur rencana ketemu 72 Kepala Sekolah YATUTIM tapi dihadiri 10.000 orang, Kaka Sulung minta untuk makan belalang seharusnya Sahabat tahulah anggaran APBD dipakai untuk membasmian belalang agar jangan gagal panen jagung.

Terima kasih Sahabatku, engkau selalu ada buat ku, dan atas kehendak Tuhan hari ini, kita bangkit dan mari kita terus memajukan wilayah ini untuk kesejahteraan masyarakat.

(SNC/Anis Tena)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *