Hadir di Atraksi Pasola Rara Winyo SBD, Moeldoko Sampaikan Pesan Presiden Jokowi

SLDNEWS.COM – Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tidak saja punya Desa Adat Ratenggaro yang terletak di Kecamatan Kodi Bangedo yang disuguhi pemandangan kuburan batu tua dan rumah-rumah adat setinggi 15 meter yang masih terpelihara dengan asri di pinggir pantai yang menyuguhkan panorama yang eksotis.

Juga tidak saja tentang Danau Weekuri yang terletak di Desa Kalenarogo, Kecamatan Kodi Utara, dengan pemandangan alamnya berupa perairan danau lagoon sebiru Kristal dengan bebatuan tebing karang yang mengelilingi danau ini.

Kabupaten SBD juga punya seni dan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh orang Sumba seperti Atraksi Pasola. Pasola adalah permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas kuda yang merupakan bagian dari upacara ritual Marapu. Pasola tidak sekadar menjadi bentuk keramaian, tetapi menjadi salah satu bentuk pengabdian dan aklamasi ketaatan kepada sang leluhur.

Pasola merupakan kultur religius yang mengungkapkan inti religiositas agama Marapu. Kegiatan Atrasi Pasola ini dilakukan pada bulan Februari dan Maret setiap tahun oleh 4 suku besar yang ada dibagian barat Pulau Sumba, yakni di Lamboya, Gaura, Wanokaka Kabupaten Sumba Barat dan di Kodi Kabupaten SBD.

Di Kabupaten SBD sendiri Atraksi Pasola dilakukan dibeberapa tempat. Berikut ini adalah tempat dan waktu pelaksanaan Atraksi Pasola di bulan Februari yakni, Pasola Homba Kalayo 22 Februari 2022, Pasola Bondo Kawango 24 Februari 2022, Pasola Rara Winyo 25 Februari 2022. Sementara pelaksanaan Pasola di bulan Maret yaitu, Pasola Maliti Bondo Ate 24 Maret 2022, Pasola Waiha 25 Maret 2022 dan Pasola Wainyapu 26 Maret 2022.

Kegiatan Atraksi Pasola di Lapangan Rara Winyo, Desa Wura Homba, Kecamatan Kodi, Kabupaten SBD, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dihadiri langsung oleh Kepala Staf Presiden (KSP) RI Jendral TNI (Purn) DR.H.Moeldoko,S.I.P bersama rombongan.

Kehadiran Moeldoko ini tentu membawa semangat baru bagi masyarakat Sumba, sebab Pasola dapat dijadikan tonggak kemajuan pariwisata Sumba. Bagaimana tidak, atraksi budaya ini sudah diketahui banyak wisatawan mancanegara. Hal ini terlihat dalam setiap acara Pasola selalu ada turis asing yang datang. Warisan budaya ini merupakan aset untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Dalam arahannya, Moeldoko mengatakan, budaya perlu dijaga dan dilestarikan, sebab budaya memiliki nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Saya datang khusus dari Jakarta untuk melihat para kesaktrian berkuda yang hebat, pesan Presiden Joko Widodo, budaya harus bisa ditampilkan dimanapun karena didalamnya ada nilai luhur Bangsa kita ini,” kata Moeldoko, di Lapangan Pasola Rara Winyo, Jumat (25/02/2022).

Menurutnya, para kesatria berkuda itu memiliki keberanian dan nilai-nilai kejujuran yang perlu dijaga.

“Oleh sebab itu, nilai kesatrian yang ada di dalam dadamu adalah perwujudan perjuangan Pahlawan Lokal yang kita kenal dengan nama Wona Kaka yang telah berjuang untuk kita semua. Dari sini nilai keberanian kita harus ditunjukan di zaman tranformasikan ini. Harus berani membawa perubahan baru dan harus keluar dari kemiskinan demi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala yang kita cintai ini,” tuturnya.

Penulis: TimredEditor: Cristianto

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *