Tingkatkan Mutu Pendidikan, Ini Harapan Kepala SMAN 1 Kota Tambolaka

Kepala SMAN 1 Kota Tambolaka Barnabas Ghunu dan Yohanes Geli (Kiri) (Foto: Moses Bokol)

Lokolamata, SLDNEWS.com – Mutu pendidikan lemah akibat sarana dan prasarana belum memadai. Demikian kata Kepala SMA Negeri 1 Kota Tambolaka, Barnabas Ghunu kepada sldnews.com di ruang kerjanya di Lokolamata, Desa Weepangali, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Senin (10/01/2022).

Barnabas Ghunu mengatakan bahwa SMAN 1 Kota Tambolaka memiliki jumlah siswa/siswi 325 orang dan 18 guru negeri, 3 orang guru honor provinsi dan 8 orang honor bos,1 security, dan 5 orang staf administrasi. Namun dengan jumlah tersebut, kata Ghunu, untuk meningkatkan mutu pendidikan masih sangat lemah, karena sarana dan prasarana belum memadai. Sementara masyarakat sangat antusias menitipkan anak-anak untuk dididik di SMAN 1 Kota Tambolaka.

Ghunu menjelaskan, seantero negeri selalu mendengungkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang seimbang dan merata, dengan menerapkan kurikulum 2013 (k-13), serta menguasai 8 standar pendidikan nasional, akan bersaing di arena pendidikan, dengan meningkatkan mutu pendidikan yang kompetensi lulusan yang bermutu, mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang maju pesat, serta menguasai informasi dan mendalami sistem informasi online, sekaligus memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan metode daring.

“Dengan kemajuan teknologi informasi yang boleh dikatakan sangat kompetitif sangat sulit dikejar, karena di sekolah kami masih serba terbatas dan kurang memadai, teristimewa kekurangan ruangan kelas, wifi, dan ruangan laboratorium dan ruang perpustakaan sekolah yang tidak ada. Ruangan lab fisika, bahasa dan ruangan kimia juga belum ada. Ya singkatnya sarana dan prasarana belum memadai sama sekali. Berbicara tentang meningkatkan mutu pendidikan tanpa di dukung sarana yang cukup, sama halnya mutu sebatas merindukan tanpa kenyataannya,” jelas Barnabas.

Dirinya menerangkan bahwa untuk menjawab kelancaran KMB maka dilakukan pembagian rumpun KBM.

“Karena situasi dan kondisi yang memprihatinkan, dengan keadaan terpaksa membagi rumpun KBM. Ada yang pagi dan ada yang KBM siang,” terangnya.

Ia berharap ada perhatian pemerintah provinsi, dengan segala keterbatasan, teristimewa anggota DPRD Provinsi NTT bisa memberikan perhatian khusus bagi lembaga pendidikan tersebut.

“Kami berharap ada perhatian dari Anggota DPR Provinsi NTT. Dilain pihak supaya Anggota DPR bisa meluangkan waktunya untuk datang langsung di tempat kami, datang melihat secara kasad mata dan berdiskusi langsung dengan guru-guru, siswa-siswi di lembaga kami,” harapnya.

Sementara itu, Ketua komite, Yohanes Geli, yang saat itu hadir bersama diruang kerja Kepala SMAN 1 Kota Tambolaka memberikan support agar dalam mengembangkan mutu pendidikan harus mengedepankan semangat dan niat demi memperbaiki nasib anak bangsa.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *